Posted on

Press Briefing

[11 Feb 2011] Pokok-Pokok Press Briefing Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Michael Tene dan Kusuma Habir, Jakarta, 11 Februari 2011

Pada hari Jumat, 11 Februari 2011, Kementerian Luar Negeri RI telah menyelenggarakan Press Briefing oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene dan Kusuma Habir dengan pokok-pokok sebagai berikut:
1.  Jadwal Kegiatan (calendar of event) Menteri Luar Negeri RI
 
A. Kunjungan ke Brisbane, Australia pada 12 Februari 2011
Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk menyerahkan bantuan Pemerintah RI sebesar US$ 1 juta kepada Pemerintah Australia sehubungan dengan terjadinya bencana alam di negara bagian Queenlands.  Sebelumnya Pemerintah RI pernah membantu bencana kebakaran hutan di Victoria. Selain itu Menlu RI dijadwalkan akan melaksanakan konsultasi bilateral guna membahas mengenai masalah-masalah yang menyangkut keketuaan ASEAN dan isu-isu di kawasan.
B. Pertemuan pada Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat pada 14 Februari 2011
Pertemuan dilaksanakan dalam rangka membahas mengenai situasi di perbatasan Kamboja – Thailand setelah sebelumnya Menlu RI telah mengadakan pertemuan dengan kedua Menlu negara yang bertikai. Di samping itu, kehadiran Menlu RI pada pertemuan tersebut merupakan upaya Indonesia untuk memfasilitasi stabilisasi situasi di perbatasan Kamboja dan Thailand.
Sejauh ini Menlu RI sudah melakukan komunikasi dengan Presiden Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB. PBB mendukung langkah-langkah yang diambil Menlu RI dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN. Pendekatan yang berlangsung saat ini sifatnya multi-track yakni upaya di tingkat regional sebagai Ketua ASEAN, sementara upaya di tingkat global berupa pertemuan di Dewan Keamanan PBB.
Upaya Menlu RI tersebut sejalan dengan semangat Treaty Amity of Cooperation (TAC), yang menjadi dasar kerja sama ASEAN untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara. Dalam Artikel 16 TAC disebutkan bahwa terbuka bagi berbagai pihak untuk memberikan bantuan dalam bentuk apapun untuk penyelesaian damai di antara negara-negara yang mengalami konflik
C. Pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jepang di Tokyo, Jepang pada tanggal 17 – 18 Februari 2011
 
Pertemuan ini merupakan hasil penjadwalan ulang rencana sebelumnya, yang terpaksa harus tertunda karena upaya-upaya persiapan evakuasi WNI tahap awal dari Mesir.
2. Up date perkembangan proses evakuasi dan upaya perlindungan warga di Mesir
Evakuasi WNI kloter keenam tiba pada hari Jumat (11/2) pukul 10:30 WIB dengan membawa sebanyak 400 WNI. Dua kloter evakuasi terakhir merupakan WNI yang berasal dari 6 kota di luar Kairo, baik yang datang sendiri atau dijemput. Setelah 6 kali penerbangan, jumlah WNI yang dievakuasi dari Mesir berjumlah 2.432 WNI yang terdiri atas 855 wanita, 937 laki-laki dan 240 anak-anak.
Keberlangsungan proses evakuasi WNI berdasarkan dari hasil assesment tim Satgas yang dipimpin oleh Hassan Wirajuda bersama-sama tim KBRI Kairo di lapangan. Pada prinsipnya kebijakan Pemri akan memfasilitasi WNI yang ingin dievakuasi.

Melalui kerjasama dengan para tokoh masyarakat dan mahasiswa, KBRI Kairo terus berkoordinasi dan membuka jaringan komunikasi dengan membentuk sebanyak 20 posko. Posko tersebut akan segera membantu apabila WNI kesulitan berhadapan dengan aparat keamanan atau kesulitan logistik. Demi alasan keamanan, Pemerintah RI menghimbau WNI untuk tidak berkunjung ke Mesir sampai situasi membaik.

Menanggapi pertanyaan perihal kemungkinan evakuasi WNI secara besar-besaran, ditegaskan bahwa kebijakan evakuasi merupakan wewenang Satgas Terkait perkembangan di Mesir, WNI di Mesir telah bersiap-siap untuk dievakuasi. Bagi mereka yang memilih tinggal di Mesir, pemerintah RI menyarankan agar lebih waspada dan hati-hati, menghindari keluar rumah kalau tidak diperlukan serta menghindari kerumunan massa guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sehubungan dengan pernyataan pimpinan tertinggi Al-Azhar, Syeh Agung  Al-Azhar yang menyayangkan mahasiswa Indonesia pulang ke Tanah Air meskipun keamanan mereka dijamin oleh kampus, Pemerintah Indonesia lebih menekankan aspek perlindungan WNI selama mereka di Mesir.

http://www.kemlu.go.id/Pages/PressBriefing.aspx?IDP=87&l=id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s