Posted on

Sejak Kapan Medan Pindah Ke Kalimantan?


13030125391431309233Lihat itu bagian bawah adalah peta Indonesia, tapi tak di tulis I N D O N E S I A. Foto by Syaripudin Zuhri.

Ada yang menggelitik pikiran saya ketika melihat dengan lebih seksama melihat  karya seniman Rusia atau tepatnya pembuat setengah globe yang berada di Manyes, sebuah mall berlantai 5 ke bawah tanah yang langsung berhadapan dengan Kremlin di sisi utara, yang dulunya tempat ini adalah lapangan beraspal yang sangat luas, biasanya dijadikan tempat arena untuk berdemo. Kini sudah “disulap’ menjadi sebuah pertokoaan atau mall yang megah, bukan ke atas, tapi masuk ke dalam tanah, kalau setiap lantai kurang lebih sepuluh meter, maka jumlah sampai lantai dasar tak kurang dari lima puluh meter masuk ke dalam tanah dan hebatnya lagi pertokoan ini langsung bisa mengakses ke Metro(kereta bawah tanah)!

Jadi bagi masyarakat umum yang ingin praktis untuk menuju ke tampat ini,  ya naik Metro dan boleh disebut juga “pemaksaan” untuk ke Metro, karena parkir mobil di atasnya susah! Mereka tidak menyediakan lapangan atau arena parkir, bila mobil mau parkir ada  di pinggir jalan. Kalau musim dingin, ya lebih praktis naik Metro ke  Mayes ini dibanding dengan menggunkan mobil pribadi, selain susah parkirnya, jalanan super macet di tempat ini, apa lagi kalau hari kerja, macet minta ampun.

Lalu apa yang menggelitik? Di atas mall Manyes ini yang ada di permukaan tanah sejajar dengan Kremlin, di tengahnya dan dijadikan titik sentral dibuat setengah globe raksasa, kok setengah? Iya, karena berbentuk seperti mangkok yang tertungkup. Nah dipuncaknya ada patung yang menjadi simbol kota Moskow, seorang prajurit atau tentara berkuda yang sedang sipa menumbak sebuah naga! Nah bentuk setengah lingkaran ini di bagi zone waktu. menjadi 24, iya persis dengan perputaran waktu 24 jam sehari semalam.

130301263424684559Suasana lapangan di sikitar Manyes dan Kremlin. Foto by Syaripudin Zuhri.

Disetiap zone waktu itulah dibuat atau diberi nama negara atau kota-kota yang terkenal atau dikenal dunia. Nah bagi orang Indonesia, ada yang menarik dan sekaligus menggelitik, menggelitik rasa kebangsaan! Nah karena dibuat setengah globe, dan anda tahu, Indonesia berada persis di Khatulistiwa, Indonesia tepat berada di titik garis lintang  nol derajat,  maka yang tergambar atau di ukir untuk wilayah Indonesia ya setengahnya, yang bagian utaranya saja, yang bagian selatan tak ada,  alias tidak utuh! Ya masih “untung”, karena Australia dan Selandia Baru yang letaknya lebih selatan dari Khatulistiwa, tak ada pada globe tersebut.

Nah repotnya lagi yang digambar atau di ukir di globe tadi, membuat saya bolak balik melihatnya penasaran, ini saya yang salah lihat atau memang salah pembuatnya. Iya saya bolak balik meneliti nama-nama yang ada di globe tersebut, yang ditulis dengan warna putih! Karena saya  Islam, maaf,   saya cari dulu kota Mekkah, wah ada! Alhamdulillah. Nah kemudian karena saya orang Indonesia, saya cari Indonesia, alhmadulillah Indonesia ada, terukir di sana. Tapi tak ada nama Indonesia!

Lalu saya cari Ibu kotanya, Jakarta! Oh… juga tak ada, karena Jakarta dalam peta atau  globe jauh berada di selatan garis khatulistiwa, maka saya maklum, tak ada, karena globe tadi dibuatnya setengahnya. Namun ini yang membuat mengusik rasa kebangsaan saya, lagi-lagi Singapur yang negaranya hanya seluas kurang lebih 600 km persegi, negara yang sekecil itu ada, jelas-jelas dibuat namanya, S I N G A P U R! Sedangkan negara kita yang begitu luas, tidak di tulis namanya, I N D O N E S I A! Ya, saya sampai bolak balik mencari nama I N D O N E S I A di globe itu!

13030102971522084539Iniloh kota Medan yang

Saya benar-benar” geregetan” dibuatnya, lagi-lagi negara kita Indonesia yang begitu besar, seakan mau dihilangkan oleh orang! Bayangkan negara yang begitu besar, yang luasnya bisa menutupi daratan Eropa dari pegunugan Ural di Timur sampai Eropa Barat di pinggiran Samudera Atlantik, namun namanya susah sekali untuk dikenal! Apa pembuatnya tidak kenal Indonesia? Apa mereka tak belajar Geografi? Siapa yang salah dalam hal ini? Indonesia negara besar, tapi seringkali saya menemukan Indonesia”ditiadakan” Yang lebih dikenal kalau dunia pariwisata adalh Bali, yang jengkelnya lagi pertanyaan konyol muncul, Indonesia sebelah mana Bali? Ya ampun….. ini seperti ada rekayasa yang mendunia, yang seakan berusaha “menghapus” nama Indonesia di peta atau di globe!

Yang lebih “kacau”  lagi adalah ketika Singapur yang lebih Selatan letaknya dari Aceh, namun Singapur namanya ada, namun ironisnya Pulau Sumatera Sepotongpun tak kelihatan alias tak dibuat! Padahal sebagian letak Pulau Sumatera itu jauh lebih ke Utara dibangdingkan Singapur. Dan ini yang membuat saya tergelitik tadi, tiba-tiba saya melihat nama kota Medan ada di ujung Timur Laut Pulau Kalimantan! Waduh…. waduh, sejak kapan Medan pindah ke Kalimantan?

1303010503385236444Lalu lalang turis mancanegara atau turis domestik di sekitar Manyes di jantung Moskow. Foto by Syaripudin Zuhri.

Jadi satu-satunya nama untuk Indonesia pada globe di Manyes ini adalah kota Medan! Tapi adanya di Pulau Kalimantan! Mungkin ini yang diebut senang sekaligus sedih. Senang, walaupun saya bukan orang Medan, nama Medan ada di globe tersebut, itu artinya secara terus menerus, selama globe itu ada di Manyes, selama itu pula orang Rusia atau turis dari berbagai negara yang melihat dan membaca globe tadi, akan mengenal M E D A N, Ibu kota Provinsi Sumatera Utara, nah bahagialah orang Medan! Dan kalau Gubernur  atau orang dari Medan khususnya atau orang-orang dari Sumetara Utara umumnya datang ke Moskow, silahkan membuktikannya! Dan berbahagialah kota anda mendapat promosi gratis!

1303010648395196233Pengamen dengan modal

Nah sedihnya apa? Ya, nama negara kita tak ada, nama I N D O N  E S I A tidak kita temukan di globe yang ada di pusat pertokoaan Manyes di Jantung kota Moskow! Sedih rasanya, Indonesia tak ada dalam globe tersebut. Sedih pula nama Medan di tulis dalam globe itu, tapi adanya di Pulau Kalimantan! Saya pikir-pikir ini pembuat globe apa tidak melihat peta dulu, tidak melihat globe aslinya, sehingga dengan”seenaknya” sebuah kota besar bisa dipindahkan begitu saja ke tempat lain! Bener-benar saya tak habis pikir.

Tapi sudahlah, ini Moskow bung,  bukan Medan.  ini Rusia bung, bukan Indonesia! Mestinya yang di tulis besar-besar itu I N D O N E S I A di globe tadi, masa negara-negara atau kota kecil di tulis, seperti Singapur, Vietnam, Kolombo, Mexsiko, Bogota, Caracas  dan lain-lain, sedangkan negara Indonesia yang begitu besar, tak di tulis! Itu memang hak mereka mau menulis atau tidak, tapi kalau di lihat kota-kota  atau negara kecil tadi di tulis, inikan semacama”pelecehan” namanya atau jangan-jangan yang membuat karya tersebut tidak mengenal Indonesia, tapi Medan kok ditulis, walau salah tempat! Medan kan ada di Indonesia, masa tak tahu!

Nah itulah kawan yang membuat saya terggelitik melihat setengah globe di Manyes dan itu akan terus menerus dilihat oleh dunia, selama tidak dirubah! Karena turis dari manca negara datang ke Moskow setiap tahunnya! Oke deh, saya ucapkan selamat dulu buat saudara kita di Medan! Nama Medan telah diukir di jantung kota Moskow, walau salah tempat! Itulah yang saya saksikan Sabtu , 16 April 2011. Oke, salam dan selamat berlibur!

http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/04/17/sejak-kapan-medan-pindah-ke-kalimantan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s